Tag Archives: lombok indonesia

Itinerary Lombok 5 Hari 4 Malam

Hai Zombies, kali ini, saya mau share mengenai itinerary babymoon saya di Lombok bersama suami selama 5 hari 4 malam. Awalnya kami ingin explore Lombok sendiri tanpa bantuan tur ataupun travel agent, supaya lebih hemat. Namun setelah mencari info kesana kemari, kami merasa tetap membutuhkan jasa tour guide untuk menemani perjalanan kami di sana. Selain karena jarak antar tempat wisata di Lombok jauh, public transportation juga belum memadai, dan karena kami ingin menyeberang ke berbagai Gili dan ternyata harus sewa boat segala macam, kami pun mengurungkan niat tersebut karena gak mau ribet dan takut ditipu oleh oknum jahat.

Gili Nanggu Gili Pasir Gili Sudak

Jadi selama 5 hari 4 malam, kami ditemani tour guide yang contact nya saya temukan ketika blog walking dan cukup direkomendasikan oleh penggunanya. Dan alhamdulillah, kami mendapatkan tour guide yang super knowledgeable, ramah, dan mengerti sejarah tempat maupun seluk beluk untuk hal-hal yang ada di Lombok. Kami yang awalnya “buta” sama sekali mengenai Lombok dan budaya nya jadi lumayan bertambah wawasan nya. Dan tarifnya pun masih reasonable. Mantap lah!

Pada post kali ini, saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai tempat wisata yang kami kunjungi. Masing-masing tempat wisata akan saya bikin post terpisah agar bisa dikupas lebih dalam dan gak bikin kalian capek bacanya. Hehe.

img_0910

Itinerary ini ada yang datang dari saya sendiri, maupun rekomendasi dari mas tour guide. Hal pertama yang saya sampaikan ke mas tour guide adalah, saya tidak mau ke tempat yang mainstream alias penuh dengan turis. Jadi kalian tidak akan menemukan Gili Trawangan, Gili Meno, maupun Gili Air pada itinerary saya. Kenapa? Karena setiap website atau blog yang mengupas mengenai Lombok, selalu membahas dan merekomendasikan 3 Gili tersebut. Kebayang dong betapa ramainya tuh tempat. Karena saya tipe yang mencari ketenangan, dan pengennya ke “surga-surga” yang belum terlalu terjamah, jadi saya mantap untuk tidak mengunjungi 3 Gili tersebut.

Tanpa panjang lebar lagi, berikut  itinerary 5 hari 4 malam kami selama di Lombok:

DAY 1 – Gili Pasir, Pantai Tangsi (Pink Beach), Pantai Segui,  Gili Petelu

Hanya dengan sewa private boat seharga Rp 500.000, tanpa batas waktu, kami diajak oleh Mamas Guide berkeliling ke berbagai tempat ini. Sebenarnya sih tujuan utamanya adalah Pantai Tangsi & Segui, namun karena 1 arah, jadi sekalian deh keliling yang lainnya juga. Kami juga tanpa rencana melakukan snorkeling di Gili Petelu karena kata Mamas Guide, daerah ini terkenal dengan keindahan karang nya.

Gili Pasir Lombok
Gili pasir (sand island), consists of only sand (aprox. 10m square). At here, we were relaxing under the sun, surounded by 360 ocean view.

Untuk Pantai Pink, sayang banget sudah tidak terlalu pink lagi. Kata Mamas Guide, saking banyaknya turis yang datang kesini dan membawa pulang pasir pink nya sebagai kenang-kenangan maupun hiasan aquarium, Pantai ini sudah mulai kehabisan pasir pink nya. Kejam 🙁

Pantai Tangsi (Pink Beach)
Pantai Pink yang sudah tidak pink lagi 🙁

Di Gili Petelu banyak banget starfish. Dan coral nya lumayan lucu-lucu. Nantikan post terpisah mengenai pengalaman kami snorkeling di Gili Petelu ya.

Starfish Gili Petelu
Starfish Gili Petelu

Day 2 – Gili Nanggu, Gili Kedis, Gili Sudak

Gili Nanggu ini salah satu tempat yang memang ingin saya kunjungi. Karena dengar-dengar ikannya heboh. Dan ternyata memang bener loh! Walaupun hari itu hujan, tapi tidak menyurutkan semangat kami dan semangat ikan-ikan untuk bersenang-senang! (iyalah, dibawain roti :p).

Gili Nanggu Gili Kedis, Gili Sudak
I give my heart to you

Untuk kesini, kami juga menyewa private boat seharga Rp 400.000 (tanpa batas waktu). Lebih murah daripada tujuan Pantai Tangsi karena jarak pulau-pulau nya memang lebih berdekatan.

Serasa memiliki private beach di Gili Kedis Lombok
Serasa memiliki private beach di Gili Kedis Lombok

3 Gili ini enak banget!! Sepi dan cakeeep. Berasa pulau milik pribadi. Wajib untuk dikunjungi. Pokoknya bikin betah!

Day 3 – Kerajinan Gerabah Desa Banyumulek, Desa Tenun Sukarare, Desa Wisata Sade, Pantai Seger, Tanjung Aan, Pantai Kuta

Kalau ini adalah suggestion dari Mamas Guide. Saya dan suami yang sudah sangat bosan melihat pantai (2 hari berturut-turut snorkeling bok) dibawa melihat-lihat proses pembuatan tenun di Desa Sukarare. Pak Suami juga akhirnya beli kain sarung di sini, purely karena gak tega ngeliet perjuangan yang bikin (he’s the most kind-hearted person I’ve ever known <3).

Desa tenun sukarare lombok
Ibu yang sedang menenun

Mari mampir yang mau beli oleh-oleh.

gerabah banyumulek lombok
Kerajinan tanah liat di Desa Banyumulek Lombok

Setelah itu kami pun diboyong menuju Desa Wisata Sade. Dan saya terkejut melihat bahwa ternyata masih ada yang melestarikan kehidupan se-tradisional itu di sini. Dapat banyak banget pengetahuan tentang budaya suku Sasak dari Mamas Guide local yang memang penduduk di sana. Tahukah kamu, suku Sasak memiliki tradisi kawin culik? Menarik dan unik ya budaya Indonesia ini!

desa wisata sade lombok
Pondok di belakang nenek ini katanya adalah tempat untuk honeymoon bagi newlyweds

Setelah itu kami menuju Tanjung Aan, Pantai Seger, dan Pantai Kuta. Pantai lagi… Tapi memang cakep sih. Basically di Lombok standard Pantai nya memang pada cakep-cakep semua. Jadi buat yang doyan foto-foto, destinasi ini wajib dikunjungi. Namun karena memang salah satu main tourist attractions, jadi jangan expect tempat ini akan seperti Gili Nanggu ya. Di sini ramaaai dan banyak penjual yang datang menghampiri seperti di Bali.

Tanjung Aan Lombok
Breathtaking view dari Tanjung Aan!

Tips dari Mamas Guide: Kalau tidak berminat beli, jangan dikasi harapan. Karena kalau kalian gak jadi beli, penjual nya akan marah-marah. Haha.

Pantai Seger Lombok
Pantai Seger Lombok

Day 4 – Pura Taman Narmada, Sate Bulayak + Monyet di  Suranadi, Malimbu

Saya masih punya 1 tujuan yang belum tercapai, yaitu berburu sunset di Malimbu. Sebenarnya itu masuk ke itinerary hari ke 3, tapi karena gak keburu jadi kita geser ke hari ke 4.

Sembari menunggu sunset, kami singgah beli oleh-oleh dulu di kota. Kebetulan ada Ogoh-ogoh karena bertepatan dengan H-1 Nyepi. Berhenti dulu deh nontonin Ogoh-ogoh. Ini adalah pertama kalinya saya menyaksikan langsung arak-arakan Ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh Lombok
Arakan Ogoh-ogoh di Mataram, Lombok

Lalu kemudian diajak Mamas Guide ke Pura Taman Narmada. Di sini ada Mamas Guide local yang akan ajak berkeliling sembari menceritakan sejarah. Bayar nya se ikhlas nya. Tempatnya gede banget, dan ada mata air yang katanya bisa bikin awet muda! Kalau mau nyobain boleh, tapi harus beli sajen dan nanti akan dipanggilkan juru kunci untuk menemani. Berdoanya sih bisa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Saya gak nyobain karena memang takut syirik, jadi kami jalan-jalan keliling saja. Di sini juga ada Pura, dimana untuk mencapai tempatnya harus menaiki beberapa puluh anak tangga. Konon tangga-tangga dan Pura sebagai puncaknya ini dibangun oleh Raja sebagai bentuk mini dari Gunung Rinjani.

Taman Narmada Lombok
Taman Narmada Lombok. Kolam yang ada pada foto tersebut konon adalah tempat mandi selir-selir Raja.

Selanjutnya kita cus ke Suranadi untuk kasih makan monyet dan mencoba Sate Bulayak. Monyet di Suranadi lebih tidak agresif dibandingkan di Uluwatu, Bali. Lucu-lucu, rasanya pengen bawa pulang 1.

Monyet Suranadi Lombok
Mommy Monkey & Baby Monkey <3

Terakhir, kami pun pergi ke Malimbu. Setelah ganti spot sana sini, kami akhirnya menetapkan pilihan untuk menunggu sunset di Villa Hantu. Jadi ini sebenarnya bukan beneran ada hantu. Cuman karena villa ini sudah tidak terawat dan ditinggal setengah jadi begitu saja, makanya disebut Villa Hantu.

sunset malimbu lombok
Pelangi di Genangan Air

Tapi sayang banget sunset nya ketutup awan bok. Padahal udah ngincer foto kece. Sediih, tapi ya sudahlah kami pun tetap berfoto romantis ala-ala pengantin baru bersama adek bayi di dalam perut 🙂

sunset malimbu lombok
No words needed

Day 5 – Pulang

Karena flight menuju Jakarta jam 12 teng, maka setelah checkout kami langsung menuju Bandara. Terima kasih Mamas Guide yang sudah berbaik hati menemani dan sharing cerita seru selama perjalanan kami. Nantikan post kami berikutnya untuk mengupas lebih detail masing-masing destinasi perjalanan kami selama disana, ya!