Category Archives: Travel

Review: Nasi Balap Puyung Inaq Esun, Lombok

Setelah sekian lama tertunda, pada post kali ini saya akan review mengenai salah satu kuliner khas dari daerah Lombok, yaitu Nasi Balap Puyung.

review nasi balap puyung inaq esun
Nasi Balap Puyung

Nasi Balap Puyung Inaq Esun ini konon katanya merupakan pelopor Nasi Balap di Lombok dan masih sangat populer hingga sekarang bahkan di kalangan penduduk lokal.

review nasi balap puyung inaq esun

Nasi Balap Puyung terdiri dari nasi putih, ayam plecing pedas, kacang kedelai goreng, dan ayam kriuk goreng kering yang dialaskan dengan daun pisang. Di rumah makan Inaq Esun juga menyediakan telur asin bakar yang bisa dipesan sebagai topping tambahan.

Saya mendapat kesempatan untuk menikmati Nasi Balap Puyung di cabang utamanya, alias di rumah Inaq Esun itu sendiri. Walaupun sebenarnya Nasi Balap Inaq Esun memiliki cabang di kota Mataram, somehow Mas Pemandu saya keukeuh kalau saya harus mencicipi makanan ini di cabang utamanya. Karena katanya rasanya agak berbeda dan pastinya lebih enak dari yang ada di Mataram.

review nasi balap puyung inaq esun
Gang masuk menuju rumah Inaq Esun

Rumah Inaq Esun terletak di Desa Puyung dan terletak di dalam gang kecil, sehingga kami harus berjalan kaki sekitar 150 meter dari jalan raya untuk mencapai tempat ini. Tempatnya dari luar terlihat kecil, namun  cukup luas di dalam. Agak gelap memang karena minimnya pencahayaan matahari yang masuk. Dari luar memang tampak seperti rumah biasa. Kalau tidak ditemani oleh Mas Pemandu, saya mungkin tidak akan bisa menemukan tempat ini.

review nasi balap puyung inaq esun
Sudah sampai!
review nasi balap puyung inaq esun
Tempatnya memang agak gelap

Untuk rasanya, waaah bagi pecinta pedas seperti saya, Nasi Balap Puyung ini enak banget dan cocok sekali di lidah . Ayam plecing nya pedass mampus, gurih, dan sedikit berminyak yang berasal dari bumbu plecingannya. Ditambah dengan kriuknya ayam yang disuwir tipis dan digoreng kering, lalu gurihnya kacang kedelai goreng dan tambahan telur asin bakar membuat hidangan yang sederhana ini menjadi sempurna.

review nasi balap puyung inaq esun
Nasi Balap Puyung

Buat saya, Nasi Balap Puyung Inaq Esun merupakan makanan favorit saya selama plesiran di Lombok dan WAJIB dicoba apalagi untuk kalian yang mengaku pecinta makanan pedas. Pokoknya ENAAAKKK deh!! πŸ˜€

review nasi balap puyung inaq esun
Pertama kalinya makan telur asin yang di bakar

Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Makan ber 3, lengkap dengan minumnya, secara total kami menghabiskan sekitar Rp 60.000 saja. 

Nah, supaya kalian pada gak nyasar, ini saya berikan alamat Nasi Balap Puyung Inaq Esun yang kami kunjungi. Yuk cobain, dan tell me what you think! πŸ˜€

 

Itinerary Lombok 5 Hari 4 Malam

Hai Zombies, kali ini, saya mau share mengenai itinerary babymoon saya di Lombok bersama suami selama 5 hari 4 malam. Awalnya kami ingin explore Lombok sendiri tanpa bantuan tur ataupun travel agent, supaya lebih hemat. Namun setelah mencari info kesana kemari, kami merasa tetap membutuhkan jasa tour guide untuk menemani perjalanan kami di sana. Selain karena jarak antar tempat wisata di Lombok jauh, public transportation juga belum memadai, dan karena kami ingin menyeberang ke berbagai Gili dan ternyata harus sewa boat segala macam, kami pun mengurungkan niat tersebut karena gak mau ribet dan takut ditipu oleh oknum jahat.

Gili Nanggu Gili Pasir Gili Sudak

Jadi selama 5 hari 4 malam, kami ditemani tour guide yang contact nya saya temukan ketika blog walking dan cukup direkomendasikan oleh penggunanya. Dan alhamdulillah, kami mendapatkan tour guide yang super knowledgeable, ramah, dan mengerti sejarah tempat maupun seluk beluk untuk hal-hal yang ada di Lombok. Kami yang awalnya “buta” sama sekali mengenai Lombok dan budaya nya jadi lumayan bertambah wawasan nya. Dan tarifnya pun masih reasonable. Mantap lah!

Pada post kali ini, saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai tempat wisata yang kami kunjungi. Masing-masing tempat wisata akan saya bikin post terpisah agar bisa dikupas lebih dalam dan gak bikin kalian capek bacanya. Hehe.

img_0910

Itinerary ini ada yang datang dari saya sendiri, maupun rekomendasi dari mas tour guide. Hal pertama yang saya sampaikan ke mas tour guide adalah, saya tidak mau ke tempat yang mainstream alias penuh dengan turis. Jadi kalian tidak akan menemukan Gili Trawangan, Gili Meno, maupun Gili Air pada itinerary saya. Kenapa? Karena setiap website atau blog yang mengupas mengenai Lombok, selalu membahas dan merekomendasikan 3 Gili tersebut. Kebayang dong betapa ramainya tuh tempat. Karena saya tipe yang mencari ketenangan, dan pengennya ke “surga-surga” yang belum terlalu terjamah, jadi saya mantap untuk tidak mengunjungi 3 Gili tersebut.

Tanpa panjang lebar lagi, berikut  itinerary 5 hari 4 malam kami selama di Lombok:

DAY 1 – Gili Pasir, Pantai Tangsi (Pink Beach), Pantai Segui,  Gili Petelu

Hanya dengan sewa private boat seharga Rp 500.000, tanpa batas waktu, kami diajak oleh Mamas Guide berkeliling ke berbagai tempat ini. Sebenarnya sih tujuan utamanya adalah Pantai Tangsi & Segui, namun karena 1 arah, jadi sekalian deh keliling yang lainnya juga. Kami juga tanpa rencana melakukan snorkeling di Gili Petelu karena kata Mamas Guide, daerah ini terkenal dengan keindahan karang nya.

Gili Pasir Lombok
Gili pasir (sand island), consists of only sand (aprox. 10m square). At here, we were relaxing under the sun, surounded by 360 ocean view.

Untuk Pantai Pink, sayang banget sudah tidak terlalu pink lagi. Kata Mamas Guide, saking banyaknya turis yang datang kesini dan membawa pulang pasir pink nya sebagai kenang-kenangan maupun hiasan aquarium, Pantai ini sudah mulai kehabisan pasir pink nya. Kejam πŸ™

Pantai Tangsi (Pink Beach)
Pantai Pink yang sudah tidak pink lagi πŸ™

Di Gili Petelu banyak banget starfish. Dan coral nya lumayan lucu-lucu. Nantikan post terpisah mengenai pengalaman kami snorkeling di Gili Petelu ya.

Starfish Gili Petelu
Starfish Gili Petelu

Day 2 – Gili Nanggu, Gili Kedis, Gili Sudak

Gili Nanggu ini salah satu tempat yang memang ingin saya kunjungi. Karena dengar-dengar ikannya heboh. Dan ternyata memang bener loh! Walaupun hari itu hujan, tapi tidak menyurutkan semangat kami dan semangat ikan-ikan untuk bersenang-senang! (iyalah, dibawain roti :p).

Gili Nanggu Gili Kedis, Gili Sudak
I give my heart to you

Untuk kesini, kami juga menyewa private boat seharga Rp 400.000 (tanpa batas waktu). Lebih murah daripada tujuan Pantai Tangsi karena jarak pulau-pulau nya memang lebih berdekatan.

Serasa memiliki private beach di Gili Kedis Lombok
Serasa memiliki private beach di Gili Kedis Lombok

3 Gili ini enak banget!! Sepi dan cakeeep. Berasa pulau milik pribadi. Wajib untuk dikunjungi. Pokoknya bikin betah!

Day 3 – Kerajinan Gerabah Desa Banyumulek, Desa Tenun Sukarare, Desa Wisata Sade, Pantai Seger, Tanjung Aan, Pantai Kuta

Kalau ini adalah suggestion dari Mamas Guide. Saya dan suami yang sudah sangat bosan melihat pantai (2 hari berturut-turut snorkeling bok) dibawa melihat-lihat proses pembuatan tenun di Desa Sukarare. Pak Suami juga akhirnya beli kain sarung di sini, purely karena gak tega ngeliet perjuangan yang bikin (he’s the most kind-hearted person I’ve ever known <3).

Desa tenun sukarare lombok
Ibu yang sedang menenun

Mari mampir yang mau beli oleh-oleh.

gerabah banyumulek lombok
Kerajinan tanah liat di Desa Banyumulek Lombok

Setelah itu kami pun diboyong menuju Desa Wisata Sade. Dan saya terkejut melihat bahwa ternyata masih ada yang melestarikan kehidupan se-tradisional itu di sini. Dapat banyak banget pengetahuan tentang budaya suku Sasak dari Mamas Guide local yang memang penduduk di sana. Tahukah kamu, suku Sasak memiliki tradisi kawin culik? Menarik dan unik ya budaya Indonesia ini!

desa wisata sade lombok
Pondok di belakang nenek ini katanya adalah tempat untuk honeymoon bagi newlyweds

Setelah itu kami menuju Tanjung Aan, Pantai Seger, dan Pantai Kuta. Pantai lagi… Tapi memang cakep sih. Basically di Lombok standard Pantai nya memang pada cakep-cakep semua. Jadi buat yang doyan foto-foto, destinasi ini wajib dikunjungi. Namun karena memang salah satu main tourist attractions, jadi jangan expect tempat ini akan seperti Gili Nanggu ya. Di sini ramaaai dan banyak penjual yang datang menghampiri seperti di Bali.

Tanjung Aan Lombok
Breathtaking view dari Tanjung Aan!

Tips dari Mamas Guide: Kalau tidak berminat beli, jangan dikasi harapan. Karena kalau kalian gak jadi beli, penjual nya akan marah-marah. Haha.

Pantai Seger Lombok
Pantai Seger Lombok

Day 4 – Pura Taman Narmada, Sate Bulayak + Monyet di  Suranadi, Malimbu

Saya masih punya 1 tujuan yang belum tercapai, yaitu berburu sunset di Malimbu. Sebenarnya itu masuk ke itinerary hari ke 3, tapi karena gak keburu jadi kita geser ke hari ke 4.

Sembari menunggu sunset, kami singgah beli oleh-oleh dulu di kota. Kebetulan ada Ogoh-ogoh karena bertepatan dengan H-1 Nyepi. Berhenti dulu deh nontonin Ogoh-ogoh. Ini adalah pertama kalinya saya menyaksikan langsung arak-arakan Ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh Lombok
Arakan Ogoh-ogoh di Mataram, Lombok

Lalu kemudian diajak Mamas Guide ke Pura Taman Narmada. Di sini ada Mamas Guide local yang akan ajak berkeliling sembari menceritakan sejarah. Bayar nya se ikhlas nya. Tempatnya gede banget, dan ada mata air yang katanya bisa bikin awet muda! Kalau mau nyobain boleh, tapi harus beli sajen dan nanti akan dipanggilkan juru kunci untuk menemani. Berdoanya sih bisa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Saya gak nyobain karena memang takut syirik, jadi kami jalan-jalan keliling saja. Di sini juga ada Pura, dimana untuk mencapai tempatnya harus menaiki beberapa puluh anak tangga. Konon tangga-tangga dan Pura sebagai puncaknya ini dibangun oleh Raja sebagai bentuk mini dari Gunung Rinjani.

Taman Narmada Lombok
Taman Narmada Lombok. Kolam yang ada pada foto tersebut konon adalah tempat mandi selir-selir Raja.

Selanjutnya kita cus ke Suranadi untuk kasih makan monyet dan mencoba Sate Bulayak. Monyet di Suranadi lebih tidak agresif dibandingkan di Uluwatu, Bali. Lucu-lucu, rasanya pengen bawa pulang 1.

Monyet Suranadi Lombok
Mommy Monkey & Baby Monkey <3

Terakhir, kami pun pergi ke Malimbu. Setelah ganti spot sana sini, kami akhirnya menetapkan pilihan untuk menunggu sunset di Villa Hantu. Jadi ini sebenarnya bukan beneran ada hantu. Cuman karena villa ini sudah tidak terawat dan ditinggal setengah jadi begitu saja, makanya disebut Villa Hantu.

sunset malimbu lombok
Pelangi di Genangan Air

Tapi sayang banget sunset nya ketutup awan bok. Padahal udah ngincer foto kece. Sediih, tapi ya sudahlah kami pun tetap berfoto romantis ala-ala pengantin baru bersama adek bayi di dalam perut πŸ™‚

sunset malimbu lombok
No words needed

Day 5 – Pulang

Karena flight menuju Jakarta jam 12 teng, maka setelah checkout kami langsung menuju Bandara. Terima kasih Mamas Guide yang sudah berbaik hati menemani dan sharing cerita seru selama perjalanan kami. Nantikan post kami berikutnya untuk mengupas lebih detail masing-masing destinasi perjalanan kami selama disana, ya!

Review: Pablo Cheese Tart Japan (Coming Soon in Jakarta, Indonesia)

Good news! Pablo Cheese Tart dari Jepang is coming soon in Jakarta at Gandaria City Mall (mid November) & Neo Soho Mall. Setiap jalan-jalan ke Jepang, saya tidak pernah melewatkan kesempatan untuk singgah menikmati Cheese Tart di Pablo. Saya belum tahu kapan tanggal pasti buka nya Pablo di Indonesia. Jadi sebelum itu, saya akan melanjutkan review Cheese Tart yang telah saya tunda selama 2 tahun ini (am such a procrastinator πŸ˜†). Continue reading Review: Pablo Cheese Tart Japan (Coming Soon in Jakarta, Indonesia)

Menikmati Early Bloom Sakura di Kawazu-zakura Jepang

Bulan Februari 2016 kemarin bagi saya merupakan pemilihan waktu yang tepat untuk jalan-jalan ke Jepang. Masih musim dingin, sehingga kami bisa menikmati onsen di bawah lebatnya salju yang turun. Namun juga hampir masuk ke musim semi, sehingga kami bisa menikmati Sakura yang bermekaran.

Beberapa teman saya bertanya ketika saya post foto-foto kami di social media, “Loh kok sudah ada Sakura? Kan belum musimnya.” Karena memang biasanya Sakura mulai mekar di Tokyo antara akhir Maret  sampai awal April.

Continue reading Menikmati Early Bloom Sakura di Kawazu-zakura Jepang

Review: Takaragawa Onsen Osenkaku

Hi Zombies, dalam post kali ini, saya ingin share pengalaman honeymoon saya dan Zombie-kun di Takaragawa Onsen Osenkaku, Jepang, pada Februari 2016. Kenapa Februari? Karena dapat tiket murah di bulan itu, dan berhubung di Jepang saat itu sedang winter, saya pikir seru aja dingin-dinginan onsen-an berdua disana πŸ˜

Salah satu misi pada perjalanan kali ini adalah menikmati onsen di ruang terbuka di bawah hujan salju. Romantis! Oh iya, waspadalah karena post kali ini akan memuat banyak sekali foto yang kami abadikan di sana. πŸ˜

Continue reading Review: Takaragawa Onsen Osenkaku

My Airbnb Experience (+ Free Airbnb Coupon Code)

Hey Zombies, I want to share to you about how to find cheap yet nice places to stay for your travel. As you know, I really love Japan. I wanted to feel and see local Japanese way of life with my own body and soul during my trip. And I got to do that through Airbnb.

Airbnb basically is an online marketplace that connects people with property for rent and people who are looking for property to rent. It’s easy and simple. If you want to read my experience and learn more about how to use Airbnb, continue to read on below. But if guys want straight to try it by yourself, click this link and get $25 Airbnb coupon code for your first booking!


Continue reading My Airbnb Experience (+ Free Airbnb Coupon Code)

Japan Travel Preparation (+ Beginner Tips)

β€œTraveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.”
– Ibn Battuta

It started when I saw promo newsletter from Air Asia.  I searched for flight on November and found round flights to Nagoya for around IDR 4,5 million. I didn’t think much and decided to just buy it before I changed my mind. There’s no next time, it’s now or never!

There are some reasons why I chose November.

Continue reading Japan Travel Preparation (+ Beginner Tips)